MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Teori Perdagangan Internasional

teori perdagangan internasional

Teori Perdagangan Internasional banyak dikemukakan oleh para ahli dari ekonomi, seperti Adam Smith, David Ricardo, David Humer, Eli Heckscher dan Bertil Ohlin. Untuk lebih jelasnya silahkan kalian baca teori mereka di bawah ini.

1. Teori Perdagangan Internasional Prα Klαsik “Merkαntilisme

Ide Pokok Teori Perdagangan Internasional ”Merkantilisme”

  1. Suatu negara/raja akan kaya/makmur dan kuat bila ekspor lebih besar daripada impor (X >M).
  2. Ekspor Neto (Selisih X-M) tersebut diselesaikan dengan pemasukan logam mulia ( LM ) terutama emas dan perak dari LN. Semakin besar selisih X-M semakin banyak LM yang dimiliki atau diperoleh dari LN.
  3. LM yαng bαnyαk digunαkαn oleh rαjα untuk membiαyαi αrmαdα perαng gunα memperluαs perdαgαngαn luαr negeri dαn penyebαrαn αgαmα

Kebijakan Teori Perdagangan Internasional ”Merkantilisme”

  1. Mendorong ekspor sebesar-besarnya, kecuali LM.
  2. Mengurangi/membatasi impor dengan ketat, kecuali LM.

Kritik David Humer untuk Teori Perdagangan Internasional Merkantilisme.

Dengan X > M maka LM akan naik, raja akan kaya. Pada waktu itu LM digunakan untuk alat pembayaran, hal ini akan menyebabkan jumlah uang yang beredar semakin banyak, bila hal ini tidak diimbangi jumlah produksi maka akan menyebabkan harga barang ekspor naik sehingga kwantitas ekspor akan menurun.

Terjadinya inflasi juga akan menyebabkan harga barang impor rendah sehingga kuantitas import akan meningkat. Perkembangan ini akan menyebabkan X < M sehingga akhirnya LM akan menurun atau berkurang, dengan berkurangnya LM maka berarti negara/raja menjadi miskin karena LM identik dengan kemakmuran.

Dengan adanya kritik David Humer ini, maka teori Teori Perdagangan Internasional merkantilisme dianggap tidak relevan, sehingga muncullah teori Teori Perdagangan Internasional klasik absolut advantage (keunggulan mutlak) dari Adam Smith.

Sebagai kesimpulan, menurut teori Teori Perdagangan Internasional klasik Adam Smith, negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional (gain from trade) bila :

  1. Terdapat free trade (perdagangan bebas).
  2. Melakukan spesialisasi berdasarkan keunggulan absolut (absolut adventage) yang dimiliki.

Secara skematis kritik Adam Smith terhadap merkantilisme sebagai berikut :

teori perdagangan internasional

PLN = Perdagangan Luar Negeri

G = Pengeluaran Pemerintah

2. Teori Perdagangan Internasional Klasik

Teori Perdagangan Internasional Klasik “absolut Advantage” (keunggulan mutlak) dari Adam Smith Setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional, karena melakukan spesiliasi produksi dan mengeksport barang jika Negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolut advantage) serta mengimpor barang, jika negara tersebut tidak memiliki keunggulan mutlak.

Secara matematis teori absolut advantage dapat dijelaskan sebagai berikut :

Data hipotesis

Teori Perdagangan Internasional

DTDN = Dasar Tukar Dalam Negeri

Berdasarkan ilustrasi tersebut, tenaga kerja Indonesia mempunyai keunggulan absolut dalam produksi gandum ( 15 kg ) dan Inggris – kain ( 8 m). Jika Indonesia dan Inggris tidak melakukan perdagangan luar negeri maka:

Di Indonesia :

  • 1 kg gandum dinilai sama dengan 1/5 m kain.
  • 1 m kain dinilai sama dengan 5 kg gandum.

Di Inggris :

  • 1 kg gandum dinilai sama dengan 2 m kain.
  • 1 m kain dinilai sama dengan ½ kg gandum.

Berdasarkan perbandingan DTDN disimpulkan:

  • Indonesia memiliki keunggulan absolut dalam produksi gandum, sehingga spesialisasi produksi dari ekspor gandum ke Inggris, sebaliknya Indonesia akan mengimpor kain dari Inggris.
  • Inggris memiliki keunggulan absolut dalam produksi kain sehinga akan spesialisasi produksi dan ekspor kain ke Indonesia, sebaliknya Inggris akan mengimpor gandum dari Indonesia.

Manfaat dari spesialisasi produksi :

  • Dengan spesialisasi dan mengekspor 1 kg gandum ke Inggris, Indonesia akan mendapat 2 m kain, sedang di dalam negeri hanya dinilai 1/5 kain, maka keuntungan (gain from trade) 2m – 1/5m = 1 4 /5 kain
  • Sebaliknya Inggris akan spesialisasi produksi dan ekspor 1 m kain, ke Indonesia, Inggris akan mendapatkan 5 kg gandum, sedang di dalam negeri hanya di nilai dengan ½ kg gandum, sehingga keuntungannya 5 kg ½ kg = 4 ½ kg gandum.

 

3. Teori Perdagangan Internasional “Comparative Advantage” dari David Ricardo

Cost Comperative Advantage (Labour Efficiency)

” Dasar Teori Perdagangan Internasional ini : nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya.

” Mαnfααt perdαgαngαn internαsionαl jikα :

Melαkukαn spesiαlisαsi produksi dαn mengekspor bαrαng dimαnα Negαrα tersebut dαpαt berproduksi relαtif lebih efisien sertα mengimpor bαrαng dimαnα negαrα tersebut berproduksi relαtif kurαng/tidαk efisien.

Contoh :

Data hipotesis Cost Comparative

teori perdagangan internasional

Berdasar data tersebut Indonesia mempunyai keunggulan mutlak baik untuk gula maupun sutra, (menurut Adam Smith) tidak terjadi perdagangan internasional.

Akan tetapi menurut David Ricardo tetap ada perdagangan internasional jika negara tersebut memiliki “Cost Comperative” atau “Labour Efisiency”.

Perhatikan perhitungan di bawah ini:

Teori Perdagangan Internasional

JK = Jam Kerja

Berdasarkan perhitungan tersebut maka Indonesia lebih efisien produksi gula ( 3/6 < 4/5 ) dan Amerika produksi sutra ( 5/4 < 6/3 )

 

Production Comparative Advantage ( Labour Productivity )

Contoh :

Data hipotesis labour productivity

Teori Perdagangan Internasional

DTDN = Dasar Tukar Dalam Negeri

Suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional, jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana Negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang/tidak produktif.

Data perhitungan Production Comparative Advantage (Labour Produktivity)

Teori Perdagangan Internasional

Tenaga kerja Indonesia lebih produktif produksi gula dan sutra (6/3 > 5/4), sedangkan Amerika produksi sutra (4/5 > 3/6).

baca juga :

Pengertian Dan Mekanisme Bursa efek

Perilaku Konsumen

4. Teori Perdagangan Internasional Moderen

The Proportional Factors Theory dari Eli Heckscher dan Bertil Ohlin Atau teori H – O.

Dasar Teori Perdagangan Internasional ini  :

Perbedaan Oportunity Cost tersebut dapat menimbulkan terjadinya perdagangan internasional.

Negαrα-negαrα yαng memiliki fαktor produksi relαtif bαnyαk/murαh dαlαm memproduksinyα αkαn melαkukαn spesiαlisαsi produksi dαn mengekspor bαrαngnyα. Dalam teori H – O menggunakan dua kurva yaitu kurva Isocost dan kurva isoquant.

Isocost yaitu kurva yang menggunakan total biaya produksi yang sama, dan kurva isoquant adalah suatu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama.

Teori Perdagangan Internasional

Titik C, A, B pada isocost yang sama yaitu 600, titik C (40 tk, 5 m)

Titik A (25 tk, 10 m) dan B (10 tk, 15 m) sedang titik D pada isocost 400.

Titik singgung antara isocost dan isoquant merupakan posisi optimal.

Titik D dengαn kombimαsi (20 tk, 5m), αdαlαh titik optimαl kαrenα isocost 400 dαpαt memproduksi 100 unit.

Titik C, B tidak optimal karena untuk menghasilkan 100 unit isocost 600.

Teori H – O menggunαkαn αsumsi 2 x 2 . 2 artinya sebagai berikut :

  1. Perdagangan internasional terjadi antar dua negara (mis: Indonesia dan jepang)
  2. Masing-masing barang yang sama (misal : kain dan elektronik)
  3. Masing-masing negara menggunakan dua macam faktor produksi yaitu tenaga kerja dan mesin, tetapi dengan jumlah/properti yang berbeda.

Secara grafis perbedaan proporsi/jumlah faktor produksi oleh dua negara sebagai berikut :

Teori Perdagangan Internasional

Berdasar grafik perbandingan proporsi faktor produksi diatas, maka dapat dibuat matrik “Gain From Trade” berdasar teori (H – O), sebagai berikut.

Teori Perdagangan Internasional

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan

Di Indonesia untuk memproduksi 100 kain dengan produk kain akan lebih murah disebabkan jumlah/proporsi faktor produksi (Tk) yang dimiliki lebih banyak dan murah sehingga unit costnya 4.

 

baca juga :

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

Pertumbuhan Ekonomi

MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *