MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan

Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan

Tenaga kerja dan ketenagakerjaan- Setelah membaca artikel ini sesuai  tujuan pembelajaran materi ekonomi sma.  Diharapkan siswa mampu mejelaskan pengertian ketenagakerjaan, kesempatan kerja, tenaga kerja, dan angkatan kerja serta mampu mengklasifikasikan ketenagakerjaan.

Pengertian Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan adalah  segala sesuatu yang berhubungan  dengan dunia kerja atau buruh, maupun yang berkaitan dengan kondisi sebelum masa kerja, selama masa bekerja, maupun sesudah masa bekerja.

Komposisi Penduduk dan Tenaga Kerja

Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan

 Kesempatan Kerja

  • Keadaan kesempatan kerja pada suatu negara merupakan salah satu faktor yang terkait dengan masalah pengangguran.
  • Kesempatan kerja adalah peluang atau kesempatan yang diperoleh semua penduduk dalam rangka memenuhi  fungsinya dalam sistem perekonomian demi terciptanya kesejahteraan.
  • Kesempatan kerja merupakan jumlah penduduk yang ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan ekonomi, dengan cara bekerja dan menghasilkan pendapatan atau gaji.
  • Kesempatan kerja mencakup peluang untuk bekerja, peluang untuk bekerja berdasarkan pendidikan dan skill yang dimiliki, dan peluang untuk pengembangan diri.
  • Kesempatan kerja terdiri dari dua golongan, yakni :
  1. Permanent Employment Opportunities

artinya kesempatan kerja yang dilakukan secara permanen dan bekerja terus menerus. Misalnya seorang pegawai yang bekerja sampai pensiun.

  1. Temporary Employment Opportunities

artinya kesempatan kerja yang bersifat sementara dan relatif cukup singkat. Misalnya tenaga kerja sebagai tukang batu, jika pekerjaannya dalam membuat bangunan selesai maka akan kembali menganggur hingga datangnya pekerjaan baru.

Hubungan antara angkatan kerja dengan kesempatan kerja harus seimbang. Jika jumlah angkatan kerja lebih banyak dibanding dengan jumlah kesempatan kerja maka secara otomatis terjadi pengangguran yang mempengaruhi perekonomian suatu negara. Hal ini merupakan permasalahan yang perlu solusi yang tepat dilakukan oleh pemerintah. Pengangguran merupakan salah satu yang menghambat proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi suatu Negara.

 

Permasalahan Ketenagakerjaan

Pada dasarnya setiap manusia hidup harus bekerja dan mempunyai pekerjaan. Tentunya demi pemenuhan kebutuhan kelangsungan hidupnya.

Persoalan pekerjaan merupakan masalah yang sangat vital bagi kehidupan seseorang. Di samping itu masalah pekerjaan sifatnya sangatlah kompleks karena selain mencakup soal pemenuhan kebutuhan, juga mencakup kehidupan sosial seseorang. Derajat bagi angkatan kerja yang memiliki pekerjaan dimata masyarakat lebih tinggi statusnya jika dibandingkan dengan tenaga kerja yang tidak memiliki pekerjaan.

Pekerjaan juga kerapkali dikaitkan dengan status sosial, misalnya orang bekerja sebagai guru atau dosen oleh masyarakat dianggap mempunyai status sosial lebih tinggi dibanding dengan orang yang bekerja tukang  batu, padahal bila dicermati dari sisi pendapatan belum tentu tukang batu penghasilannya lebih rendah dari profesi seorang dosen dan guru.

Masalah pekerjaan ini menjadi sedemikian penting ketika kita membandingkan antara kebutuhan tenaga kerja dengan kesempatan kerja yang ada baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

Apabila dilihat dari segi kuantitatif keadaan kebutuhan dan persediaan mungkin akan sama (tidak ada kelebihan dan kekurangan) tetapi secara kualitatif mungkin terdapat perbedaan, hal ini dikarenakan masuknya tenaga kerja yang dibutuhkan adalah mereka yang mempunyai tingkat keterampilan tinggi. Sehingga pada akhirnya masih akan menyebabkan pengangguran. Misalnya seseorang yang telah menamatkan studinya dalam bidang akuntansi tetapi belum pernah bekerja di bidangnya itu, maka mereka dapat digolongkan pada tenaga kerja yang  terdidik. Agar tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan dengan persediaan, maka perlu dilakukan langkah-langkah konkret dalam proses pembangunan.

Klasifikasi Ketenagakerjaan

Pada dasarnya ketenagakerjaan dapat diklasifikasikan minimal menjadi tiga macam yakni

Skill Labour (Tenaga kerja terdidik)

Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan

skill labour  adalah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan formal dalam bidang tertentu tetapi mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan keterampilan dalam bidang tersebut. Dalam artian bahwa tenaga kerja ini hanya memiliki kemampuan teori di bidangya tapi belum memiliki kemampuan keterampilan atau praktek. Angkata kerja terdidik ini dapat dikategorikan sebagai angkatan kerja yang belum memiliki pengalaman.

Dalam system management (sistem manajemen), Skill Labour memiliki beberapa kelebihan maupun kelemahan dalam proses pencapaian tujuan perusahaan.

Keuntungan

  • Tenaga kerja yang belum berpengalaman relatif lebih murah harganya karena tidak mempunyai kekuatan posisi tawar yang tinggi terhadap balas jasa atau upah yang diinginkan.
  • Perusahaan relatif lebih mudah dan leluasa mendapatkan tenaga kerja yang belum berpengalaman karena ketersediaan tenaga ini relatif banyak jumlahnya.
  • tenaga kerja tidak memiliki pengalaman umumnya lebih mudah untuk dibentuk dan diarahkan sesuai system management perusahaan.

kelemahan

  • Perusahaan diharuskan memiliki planning (perencanaan) yang matang dalam mengadakan program khusus pelatihan tertentu terhadap tenaga kerja yang tidak memiliki pengalaman. Dengan program tersebut memungkinkan pekerja tersebut dapat benar-benar menguasai atau memiliki skill sesuai yang diharapkan oleh perusahaan.
  • Perusahaan harus rela mengeluarkan sejumlah uang guna membiayai jalannya program pelatihan yang telah direncanakan.
  • Perusahaan membutuh proses waktu yang relatif lama untuk menjadikan tenaga kerja yang terampil,dan terlatih dalam pencapaian tujuan perusahaan.

 

Trained Labour (Tenaga kerja Terlatih)

Trained Labour adalah angkatan kerja yang telah bekerja atau memiliki pengalaman kerja dan pernah mengikuti pelatihan terntu bidangnya. Umpanya seorang sarjana di bidang akuntansi dan pernah bekerja sesuai dengan bidangya maka mereka dapat dikategorikan  sebagai pekerja terlatih dan memiliki pengalaman kerja.

Keuntungan

  • Tenaga kerja yang sudah berpengalaman mempunyai tingkat produktivitas tinggi sehingga dapat secara langsung memberikan sumbangan yang besar bagi perusahaan.
  • pekerja yang telah terlatih dan memilki pengalaman kerja,  tidak memerlukan pelatihan secara khusus dan hanya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dibidang pekerjaan tertentu. Dalam artian Perusahaan tidak perlu memikirkan program pelatihan sehingga mereka bisa difokuskan pada pekerjaannya sesuai yang harapkan perusahaan.
  • Karena telah terlatih dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan beban atau biaya tambahan dalam melakukan pelatihan terhadap pekerja tersebut.

Kelemahan

  • Tenaga kerja yang sudah berpengalaman ini pada dasarnya lebih sulit diperoleh atau didapat karena jumlahnya tidak banyak.
  • tenaga kerja yang memiliki skill dan pengalaman memiliki daya tawar tinggi atas gaji atau upah yang diinginkan. Dengan kata lain bahwa perusahaan perlu menyiapkan dana yang lebih untuk mendapatkan tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki skiil khusus tersebut.
  • Pada umumnya tenaga kerja yang memiliki kemampuan skill yang tinggi, karakternya sudah terbentuk dan relatif sulit untuk diarahkan. Dengan demikian perusahaan memerlukan teknik directing yang mapan untuk mengarahkan atau menyesuaikan pekerja tersebut. Sehingga mereka dapat lebih mudah diarahkan dalam proses pencapaian tujuan perusahaan.

baca juga :

Pengertian Dan Sejarah Ilmu Ekonomi

Apa Itu Sistem Pembayaran?

Unskill Labour (Tenaga kerja tidak terlatih)

Unskill Labour adalah tenaga kerja yang bukan merupakan  pekerja terdidik dan juga bukan sebagi pekerja terlatih. Dalam dunia ketenagakerjaan, golongan tenaga kerja inilah yang paling banyak mendominasi bursa kerja. Secara garis besar mereka pernah mengenyam sistem pendidikan secara formal tapi masih dianggap pada tataran tingkat bawah. Seperti pendidikan formal di tingkat SMA, SMP, dan SD serta ada juga yang drop out. Selain dari itu rata-rata mereka tidak memiliki skill yang spesifik sehingga mereka bekerja pada bidang pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian secara khusus.

Keuntungan

  • Tenaga kerjayang tidak terlatih ini sangat murah harganya karena di samping tidak mempunyai pendidikan formal tingkat tinggi juga keterampilan yang dimiliki tidak ada. Dengan demikian dapat dikatakan perusahan tidak perlu mengeluarkan dana yang cukup banyak dalam hal penggajian mereka.
  • Mereka yang tidak terlatih ini paling banyak tersedia di masyarakat, bahkan melebihi dari kapasitas tenaga kerja yang dibutuhkan, sehingga perusahaan akan sangat leluasa sekali untuk memilih mereka yang dianggap benar-benar memenuhi persyaratan dan berkomitmen untuk ikut mengembangkan perusahaan.
  • tenaga kerja yang tidak terlatih ini sangat mudah untuk diarahkan melalui system direction (sistem pengarahan) sesuai tujuan perusahaan.

Kelemahan

  • Tenaga kerja yang tidak terlatih ini hanya dapat menjalankan perkerjaan yang bersifat umum dan tidak memerlukan keahlian.
  • Karena pekerjaan yang dilakukan bersifat rutinitas dan tidak memerlukan inisiatif dan kreatfitas yang tinggi, jika terjadi kendala dilapangan akan terasa sulit diselesaikan oleh mereka.
  • Pada umumnya mereka relatif kurang memiliki tanggung jawab yang tinggi, sehingga perusahaan memerlukan system controlling (sistem pengawasan) yang lebih akurat.

Upaya meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Sebelum memasuki dunia kerja, seorang pekerja harus sudah memiliki sejumlah nilai lebih berupa tingkat pendidikan dan keterampilan tertentu. Untuk itu perlu ada usaha untuk meningkatkan mutu tenaga kerja dari pihak: Pemerintah, Swasta (perusahaan) dan Individu

Sistem Upah

Sistem pembayaran upah di Indonesia tergantung pada berbagai kondisi, antara lain:

  • Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja Jika penawaran lebih besar daripada permintaannya, upah cenderung turun. Begitu pula sebaliknya, ceterisparibus.
  • Kesepakatan Pemberi Kerja dan Penerima Kerja
  • Upah Minimum Propinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota

 

Soal tentang Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

2 Replies to “Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *