Apa Itu Sistem Pembayaran?

apa itu sistem pembayaran

Sistem pembayaran, di dalam pembelajaran ekonomi SMA khususnya bagi Siswa IPS bukan merupakan hal yang asing. Artikel ini akan membahas tentang pengertian dan komponen-komponen yang membentuk sistem ini. Termasuk membahas tentang apa saja peranan Ban indonesia dalam Peroses penyelenggaraan Sistem Pembayaran di Indoesia.

Pengertian Sistem Pembayaran

Pada tingkat yang mendasar, yang dimaksud sistem pembayaran adalah suatu cara dalam mentransfer suatu nilai yang telah disepakati antara penjual dan pembeli. Pertukaran suatu barang dan jasa dalam perekonomian, difalisitasi oleh sistem tersbut.
Pada tahun 1991, Committee on paymen and setlement system, memiliki pandangan tentang sistem pembayaran. Komite ini mengatakan bahwa sistem pembayaran terdiri dari atas seperangkat instrumen, prosedur perbankan dan secara khusus cara transfer dana antar bank yang menjamin peredaran uang.

Sementara itu, Manuel Guitian (mantan direktut the monetary and exchange affair department IMF) juga memiliki pandangan tentang sistem pembarayaran. Pandangannyan, bahwa sistem pembayaran meliputi seperangkat alat maupun sarana umum yang telah diterima sebagai alat pembayaran, struktur kelembagaan & organisasi yang mengatur mekanisme sistem pembayaran tersebut. Seperti peraturan Prudental, termasuk jaringan-jaringan komunikasi yang dipakai dalam rangka pengiriman informasi metode pembayaran antara si pembayar dan si penerima Dana.
Sistem Pembayaran juga dituangkan dalam Undang Undang RI no. 23 tahun 1999, tentang bank Indonesia. Sistem ini meliputi sejumlah aturan, organisasi serta mekanisme, yang dipergunakan dalam melaksanakan pemindahan dana.

Bank for Internasional Settlement (BIS) berpandangan bahwa sistem pembayaran terdiri dari sarana dan prosedur perbankan. Termasuk sistem pentransferan dana antar-bank yang memberikan jaminan terciptanya sirkulasi peredaran uang.
Dari beberapa pandangan tersebut di atas, kita dapat mengambil kesimpulan. Sistem pembayaran adalam metode yang berhubungan dengan pemindahan dana dari pihak tertentu ke pihak yang lainnya. Tentunya dengan melibat media/sarana, mulai yang sederhana hingga media/sarana yang paling kompleks. Media dimaksud di sini, memfasilitasi pemakaian komoditas untuk uang, pemakaian mata uang, penggunaan cek hingga pemakaian elektronik dalam mentransfer uang.
Penyelenggara dan pengguna sistem pembayaran juga melibatkan berbagai macam lembaga atau organsasi keuangan. Misalnya Bank komersial, Bank Umum dan Bank Sentral.

Komponen yang Membentuk Sistem Pembayaran

Alat pembayaran (payment instruments)

Alat pembayaran merupakan komponen yang sangat penting dalam melakukan transaksi. Tentunya alat pembayaran tersebut harus memenuhi standar hukum, peraturan dan fisik. Alat pembayaran terdiri atas :

Alat pembayaran Tunai

Sistem Tunai ini masih banyak dipergunakan oleh khalayak masyarakat. Disamping penggunaanya sederhana, juga banyak disukai olem masyarakat awam. Alat pembayaran secara tunai, sangat berguna untuk transaksi pembayaran yang kecil. Sistem tunai, banyak menggunakan uang kartal yakni uang logam dan uang kertas.

Alat pembayaran non tunai

Sistem  cara non-tunai cukup kompleks dibandingkan dengan cara tunai. Alat pembayaran non-tunai, dalam menyelesaikan transaksi memerlukan penggunaan satu bank, bisa juga beberapa bank.

Interbank Fund Transfer System (IFTS)

Tentunya kita mengetahui bahwa ada banyak variasi dalam sistem pembayaran, tergantung dari alat  yang diprosesnya.
Teknologi Informasi adalah komponen yang sangat diperlukan dalam pengoperasian sistem pengiriman/transfer dana antar bank. Seperti RTGS (Gross Settlement System). RTGS adalah proses penyelesaian tahap akhir transaksi pembayaran dalam setiap transaksi yang sifatnya real time. Seperti halnya mekanisme BI-RTGS, si penerima ataupun si pembayar, rekeningnya dapat didebit serta dikredit berulang kali dalam sehari.

Lembaga yang memproses sistem pembayaran (payment systems operators)

Di Indonesia, ada beberapa lembaga yang memproses Model pembayaran, antara lain:
BI-RTGS dan SKNBI
BI-RTGS, artinya Bank Indonesia memproses sattlement seperti transfer kredit antar-bank untuk high value, kliring pasar modal, kliring switching company, setelmen surat berharga serta transfer dalam rangka pengelolaan dan fiskal. Proses tersebut di atas menggunakan central bank money.
SKNBI artinya Bank Indonesia melakukan kliring antar-bank untuk alat pembayaran cek, nota, BG, nota debit lainnya dan transfer kredit antarbank.
KSEI (PT.Kustodian Sentral Efek Indonesia) menggunakan C-BEST (Central Depository and Book Entry Settlement System). Lembaga ini melakukan kliring surat berharga pasar modal di bursa efek Indonesia. Tentunya sistem BI-RTGS menyetel satelmen kliring surat berharga tersebut.
APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu)
Sistem ini menggunakan Shared ATM network, shared Credit card network dan shared debit network. Dalam hal sistem ini mereka memproses kliring AMPK. Kemudian melakukan satelmen kepada bank maupun lembaga/organisasi lain yang ditunjuk sebagai lembaga setelmen.

Baca juga

Saluran pembayaran (delivery channel)

Delivery Channel mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. EDC (Electronic Data Capturing) misalnya Kartu ATM, debit, kartu Kredit.
2. Teller Input atau petugas teller Bank yang melakukan transfer dana sesuai perintah sipengirim dana.
3. Mesin ATM, merupakan mesin yang juga bermanfaat dalam mentransfer dana.
4. Internet Banking, SMS Banking serta phone banking.

Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian

  • Menjamin kelancaran pasar sebagai tempat transaksi
  • Memungkinkan terjadinya spesialisasi produksi
  • Menentukan tingkat efisiensi transaksi
  • Memungkinkan terciptanya peningkatan pertumbuhan ekonomi serta terjadinya efektivitas dan efisiensi pasar keuangan
  • Mendukung terciptanya stabilitas sistem keuangan
  • Channel utama transmisi kebijakan moneter
  • Mendukung efisiensi dan efektivitas fungsi intermediasi lembaga keuangan
  • Mendorong mobilitas aliran dana secara lebih cepat

Risiko dalam Sistem Pembayaran dan Pengendaliannya

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi dari berbagai macam ragam dan bentuknya, harus diakui memberikan kemudahan pembayaran. Seperti  kecepatan dan kelancaran dalam hal pembayaran atau transfer dana.
Namun demikian di samping kemudahannya tentunya terdapat ketergantungan terhadap sesuatu. Umpamanya ketergantungan terhadap jaringan internet. Jika kinerja jaringan kurang baik maka bisa menimbulkan resiko operasiaonal. Seperti resiko likuiditas. Contohnya seorang pihak yang terutang dalam melunasi utangnya tidak tepat waktu karena adanya gangguan jaringan komunikasi. hal ini mengakibatkan resiko likuiditas yang berlanjut menjadi resiko kredit. Selain itu dapat juga menjadi resiko sistematik yaitu hal yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan.

Selain resiko tersebut di atas sebenarnya masih banyak resiko yang terjadi jika metode pembayaran tidak terkendali dengan baik dan benar. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab si penyedia sistem pembayaran.
Dalam mengantisipasi terjadinya resiko yang timbul karena kecerobohan pihak penyelenggara sistem pembayaran maka peranan Bank Indonesia sangatlah penting. Bank indonesia memiliki peran sebagai regulator dan operator bagi penyedia sistem pembayaran.
Adapun peranan Bank Indonesia, berkaitan dengan penyelenggara  pembayaran yakni sebagai berikut :
1. Memberikan izin atas penyelenggaraan mekanisme pembayaran.
2. Merumuskan serta menetapkan suatu kebijakan yang dituangkan dalam model regulasi maupun model/bentuk lainnya.
3. Sarana komunikasi, konsultasi dan memfasilitasi sarana penyedia  pembayaran.
4. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan sistem pembayaran.
5. Memberikan atau melakukan sosialisai dan pemberian edukasi atas pelaksanaan cara pembayaran.

58 Replies to “Apa Itu Sistem Pembayaran?”

  1. Walaikumsalam wr.wb
    terima kasih pak, yang selalu memberikan kami pengetahuan. dan lamjutkan berkarya demi kemajuan generasi bangsa.
    anas salim ips 1

  2. Sistem pembayaran, di dalam pembelajaran ekonomi SMA khususnya bagi Siswa IPS bukan merupakan hal yang asing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *