MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Perilaku Konsumen

perilaku konsumen

Konsumen-Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, dinamakan kegiatan ekonomi. Bagaimanakah pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi? Untuk mengetahui pola perilaku konsumen dan produsen kita perlu memerhatikan semua kegiatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat dapat bagi menjadi 3 (tiga), yaitu: konsumsi, produksi, dan distribusi. Namun demikian artikel ini hanya fokus membahas tentang Konsumsi yakni tentang pola perilaku konsumen.

Definisi Konsumsi

Dalam kegiatan di masyarakat tentunya kita sering mendengar istilah “konsumsi”, di mana tugas dari konsumsi adalah melakukan pembelian makanan dan minuman. Sesuai perumpamaan tersebut berarti konsumsi adalah kegiatan memakan dan meminum. “Apakah konsumsi Cuma dikaitkan dengan makanan dan minuman?”

Konsumsi didefinisikan sebagai proses kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna atau manfaat yang terkandung dalam barang atau jasa. Dari definisi tersebut tentunya akan menjawab pertanyaan berikut ini. “Apakah menonton Youtube atau televisi termasuk dalam kegiatan konsumsi?” Agar lebih mudah mengetahui beda, apakah suatu kegiatan termasuk kegiatan konsumsi atau bukan, maka kalian wajib mengetahui ciri-ciri suatu kegiatan konsumsi. Sesuai dengan definisi di atas maka dikatan kegiatan konsumsi jikalau ada proses menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang maupun jasa. Atau bisa juga dikatakan bahwa proses kegiatan konsumsi termasuk dalam hal menggunakan dan  memuaskan atas kegunaan barang dan jasa. Selama menonton youtube digunakan dalam hal memuaskan keinginan kita maka bisa dikatakan kegiatan konsumsi. Sedangkan yang melakukan  proses kegiatan konsumsi dinamakan “konsumen”

Tujuan dan Pola Perilaku Konsumen

Dalam  Proses kegiatan ekonomi pelaku konsumsi melakukan kegiatan konsumsi tentunya memiliki tujuan atas pemakaian barang dan jasa. Ada 4 tujuan kegiatan konsumsi atau pola perilaku konsumen yakni sebagai berikut:

  • Mengurangi nilai kebergunaan yang terkandung dalam barang atau jasa. Contohnya ialah seperti memakai baju, motor dan barang lainnya yang dipakai sehari-hari.
  • Menghabiskan nilai kebergunaan barang. Contohnya:  memakan dan minum.
  • Memuaskan kebutuhan secara fisik. Contohnya ialah memakai alat-alat olah raga seperti sepeda yang digunakan untuk menjaga kebugaran tubuh.
  • Memuaskan kebutuhan rohani. Contohnya ialah memakai masjid dalam melakukan ibadah atau sholat, menonton hiburan seperti musik di youtube.

Dalam melakukan prosen kegiatan konsumsi, maka konsumen harus memiliki barang dan jasa tertentu. Tentunya untuk memiliki barang dan menggunakan jasa, dibutuhkan dana sebagai alat pembayaran. Umumnya semakin tinggi kualitas dan kuantitas barang yang dikonsumsi tergantung dengan besarnya nilai guna barang dan nilai guna jasa tersebut. Jika ingin mendapatkan nilai guna yang tinggi maka diperlukan dana atau anggaran yang tinggi pula.

Oleh karena itu, besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:

  1. kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi,
  2. besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan
  3. tingkat harga barang-barang.

Selain  ke-3 faktor di atas, masalah selera dan intensitas kebutuhan terhadap barang tertentu juga mempengaruhi tingkat tingginya konsumsi sesorang. Besarnya tingkat konsumsi juga ditentukan oleh adanya barang substitusi dan barang komplementer. Barang substitusi contohnya kopi dapat diganti dengan teh. Barang komplementer, yakni barang yang tidak sempurna jika tidak ada barang yang melengkapi, cotohnya kopi harus dilengkapi dengan gula.

Tingginya tingkat seseorang mencerminkan tingkat kesejahteraannya, dalam artian bahwa orang yang memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi maka orang tersebut lebih berpeluang untuk meningkatkan tingkat konsumsinya atas barang dan jasa tertentu.

baca juga :

Hubungan Rumah Tangga Konsumen Dengan Produsen

Perilaku Konsumen

barang dan jasa yang didapatkan oleh rumah tangga konsumen yaitu dengan cara membeli produk yang berasal dari produsen atau perusahaan. Rumah tangga konsumen memerlukan barang maupun jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen. Jadi barang dan jasa yang dihasilkan  oleh produsen ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga konsumen.

Penerimaan yang diterima rumah tangga konsumsi berupa sewa, upah atau gaji, bunga dan laba. Penghasilan tersebut akan dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan dari produsen. Pengeluaran yang tersebut diatas dikatakan sebagai biaya konsumsi. Selain itu rumah tangga konsumsi merupakan penyedia faktor produksi yang berupa bahan baku, modal, tenaga kerja, dan keahlian.

Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Sebagai mana yang dijelaskan di atas bahwa Rumah tangga konsumen, memperoleh barang dan jasa melalui Rumah tangga Produsen (RTK). Sederhannya RTK dikatakan sebagai seseorang pribadi atau kelompok individu yang mengkonsumsi barang atau benda konsumsi. Adapun ciri-ciri barang konsumsi yakni sebagai berikut :

  • untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan
  • ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan
  • manfaat, nilai, atau volume benda-benda yang digunakan akan habis sekaligus atau secara bertahap.

Peranan RTK dalam Perekonomian

  1. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi seperti SDM, SDA, kapital dan skill) dan menjualnya kepada RTK.
  2. Memperoleh kompensasi atas faktor-faktor produksi yang telah dijual.
  • Pemberian SDM (tenaga kerja), imbalannya gaji atau upah.
  • Pemberian SDA (tanah atau gedung), imbalannya Sewa.
  • Pemberian Kapital atau Modal, imbalannya Bunga.
  • Pemberian Skill (keahlian), imbalannya keuntungan atau laba.
  1. Bertindak sebagai pemakai atau pembeli barang dan jasa.
  2. Sebagai pembayar pajak kepada negara.
  3. Membelanjakan hasil imbalan yang diperoleh dari RTP untuk membeli barang/jasa.

 

Teori Perilaku Konsumen

Pendekatan Kardinal

Didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dapat  diukur dengan satuan tertentu.

Perilaku Konsumen

baca juga :

MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

2 Replies to “Perilaku Konsumen”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *