Perhitungan Indeks Harga

Mulyadi471– Terdapat sebagian perihal yang butuh dicermati dalam rangka penataan ataupun perhitungan indeks harga, yang nantinya bisa digunakan bagaikan informasi yang akurat serta bisa dipertanggungjawabkan. suatu indeks harga memiliki peranan yang penting dalam perekonomian. Ada pula hal- hal yang butuh dicermati dalam penataan angka indeks ataupun indeks harga  antara lain sebagai berikut.

Metode Perhitungan Indeks Harga

a. Perumusan Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Penataan angka indeks bertujuan buat mengukur pergantian ataupun menyamakan pergantian antara variable-variabel ekonomi serta sosial. Dalam menyusun angka indeks butuh diformulasikan tentang apa yang hendak diukur, gimana metode mengukur, serta buat apa pengukuran tersebut dilakukan.

b. Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Penataan indeks harga sepanjang periode tertentu memerlukan informasi, baik jumlah penciptaan ataupun harga benda dari tahun- tahun yang bersangkutan. Dalam perihal ini wajib ditetapkan macam- macam benda yang hendak dimasukkan dalam penghitungan angka indeks. Kesusahan utama dalam penataan angka indeks merupakan memilah komponen yang tercantum sekumpulan variabel yang hendak dipertimbangkan. Misalnya indeks bahan santapan, memilih tipe bahan santapan yang kerap digunakan oleh warga universal, namun demikian pemilihan tipe benda wajib representatif( bisa mewakili). Metode ini biasa diucap judgment sampling (tata cara ilustrasi).

c. Pemilihan Periode Dasar

Periode dasar ataupun tahun dasar (base year/ basic year) merupakan periode ataupun tahun yang angka indeksnya 100 ataupun 100%, sebaliknya tahun selanjutnya bagaikan tahun tertentu (given year).

Ada pula metode pemilihan periode dasar bisa kalian amati pada contoh berikut ini.

Dikenal angka indeks dari tahun 2017 hingga 2020, ialah:

– tahun 2017= 100,

– tahun 2018= 110,

– tahun 2019= 115, dan

– tahun 2020= 120.

Dari indeks harga tersebut, yang dikira bagaikan tahun dasar merupakan tahun 2017, sebab menampilkan angka 100%.

Sebagian aspek yang butuh dicermati dalam memilah tahun dasar antara lain bagaikan berikut.

  1. Pemilihan periode tahun dasar dicoba dalam kondisi perekonomian dikira relatif normal( wajar).
  2. Periode dasar tidak sangat pendek ataupun sangat panjang, artinya sangat jarang periode dasar yang memakai waktu seminggu lebih lama dari 5 tahun.
  3. Pemilihan tahun dasar ataupun periode dasar bisa pula bersumber pada sesuatu peristiwa penting.

d. Pemilihan Timbangan (Weight)

Dalam menyamakan sesuatu benda, tidak hanya aspek harga hendaknya pula mencermati aspek kuantitas bagaikan timbangan ( weight) ataupun angka- angka penimbang. Pada benda yang vital, aspek penimbangnya akan besar, sebaliknya pada benda yang kurang vital akan rendah.

baca juga :

Istilah-Istilah Ekonomi Dan Akuntansi

Pengertian Permintaan Barang Dan Jasa

Metode Penghitungan Indeks Harga

Penghitungan angka indeks bisa dicoba dengan sebagian tata cara. Oleh sebab itu, butuh dicoba opsi yang pas supaya tujuan angka indeks yang sudah ditetapkan bisa tercapai.

Pada dasarnya ada 2 tata cara penghitungan angka indeks ialah sebagai berikut.

  1. Angka indeks sederhana ataupun angka indeks tidak ditimbang (sederhana agregative methode) dibagi dalam wujud agregatif sederhana serta rata- rata harga relatif ataupun agregative relative.
  2. Angka indeks yang ditimbang, dibagi jadi wujud agregatif sederhana serta rata- rata harga relatif tertimbang.

Buat lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut ini.

1. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana.

Angka indeks yang diartikan dalam penghitungan indeks harga tidak tertimbang meliputi indeks harga, kuantitas, serta nilai. Marilah kita ikuti pembahasannya masing-masing.

1. Angka indeks harga (price = P)

perhitungan indeks harga

Keterangan:

IA = indeks harga yang tidak ditimbang

Pn = harga yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

Contoh:

Angka indeks harga

Bersumber pada informasi di atas, angka indeks harga tahun 2018 yakni:

IA= $\dfrac{1.500}{1.300}\times 100$ yaitu 115.38 %

Jadi, harga tahun 2018 hadapi peningkatan sebesar 15,38%.

2. Angka indeks kuantitas (quantity = Q)

indeks harga kuantitas

Keterangan:

IA = indeks kuantitas yang tidak ditimbang

Qn = kuantitas yang akan dihitung angka indeksnya

Qo = kuantitas pada tahun dasar

Contoh :

indeks harga kuantitas

Bersumber pada informasi di atas,  angka indeks kuantitas tahun 2018 yakni:

IA= $\dfrac{1.000}{800}\times 100$ yaitu 125 %

Jadi, pada tahun 2018 tercipta peningkatan kuantitas sebesar 25%.

3. Angka indeks nilai (value = V)

indeks harga nilai

Keterangan:

IA = angka indeks nilai

Vn = nilai yang dihitung angka indeksnya

Vo = nilai pada tahun dasar

Penghitungan angka indeks dengan tata cara agregatif sederhana memiliki kebaikan sebab bertabiat sederhana, sehingga gampang metode menghitungnya. Namun demikian, tata cara ini memiliki kelemahan ialah apabila terjalin pergantian kuantitas satuan benda, maka angka indeksnya akan berubah.

baca juga :

Pengertian dan hukum penawaran serta kurvanya

Manfaat Dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

2. Angka Indeks Tertimbang

1) Metode agregatif sederhana

Angka indeks tertimbang dengan aturan agregatif sederhana bisa dihitung dengan cara menggunakan rumus  di bawah ini.

indeks harga metode agregative sederhana

Keterangan:

IA = indeks harga yang ditimbang

Pn = nilai yang dihitung angka indeksnya

Po = harga pada tahun dasar

W = faktor penimbang

Contoh penghitungan angka indeks harga bisa kalian amati pada tabel berikut.

indeks harga yang ditimbang

Bersumber pada informasi di atas,  angka indeks harga tahun 2018 bisa dihitung dengan metode:

IA= $\dfrac{\sum \left( P_{n}\cdot W\right) }{\sum \left( P_{o}\cdot W\right) }\times 100$ = $\dfrac{18.250}{16.500}\times 100$  yaitu 110,61%

Jadi, pada tahun 2018 tercipta peningkatan harga 10,61%.

2) Metode Laspeyres

Indeks harga Laspeyres merupakan angka indeks yang ditimbang dengan aspek penimbangnya kuantitas tahun dasar( Qo)

indeks harga metode laspeyres

Penjelasan:

IL= angka indeks Laspeyres

Pn= harga tahun yang dihitung angka indeksnya

Po= harga pada tahun dasar

Qo= kuantitas pada tahun dasar

Buat lebih jelasnya tetang penghitungan angka indeks Laspeyres, perhatikan contoh  ini.

indeks harga metode laspeyres

Bersumber pada informasi di atas,  indeks Laspeyres bisa dihitung sebagai berikut

IL = $\dfrac{210.000}{200.000}\times 100$  yaitu 105%

Berarti terjalin peningkatan harga sebesar 5% pada tahun 2018.

3) Metode Paasche

Indeks harga Paasche merupakan angka indeks yang tertimbang dengan aspek penimbang kuantitas tahun n (tahun yang dihitung angka indeksnya) ataupun Qn

indeks harga metode paasche

Penjelasan:

IP= angka indeks Paasche

Pn= harga tahun yang dihitung angka indeksnya

Po= harga pada tahun dasar

Qn= kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

Berikut merupakan contoh penghitungan angka indeks tertimbang dengan tata cara Paasche.

Bersumber pada informasi di atas, hingga indeks Paasche bisa dihitung sebagai berikut.

indeks harga metode paasche

Bersumber pada informasi di atas, indeks Paasche bisa dihitung sebagai berikut.

IP = $\dfrac{242.500}{240.000}\times 100$  yaitu 101,04%

Berarti terjadi peningkatan harga sebesar 1,04% pada tahun 2018.

Dari Tata cara Laspeyres serta Tata cara Paasche ada sesuatu kelemahan yakni sebagai berikut:

  1. Angka indeks Laspeyres memiliki kelemahan ialah hasil penghitungan lebih besar (over estimate), sebab pada biasanya harga benda cenderung naik, sehingga kuantitas benda yang diminta mengalami penyusutan. Dengan demikian besarnya Qo akan lebih besar daripada Qn.
  2. Angka indeks Paasche memiliki kelemahan ialah hasil penghitungan cenderung lebih rendah (under estimate), sebab dengan menaiknya harga akan menimbulkan permintaan turun, sehingga Qn lebih kecil daripada Qo.

Buat melenyapkan kelemahan tersebut dicoba dengan metode mengintegrasikan angka indeks tersebut, ialah dengan memakai tata cara angka indeks Drobisch and Bowley.

4) Metode Drobisch and Bowley

Indeks harga tertimbang dengan Tata cara Drobisch and Bowley bisa diformulasikan sebagai berikut.

indeks harga metode drobisch and bowley

Penjelasan:

D= angka indeks Drobisch

IL= angka indeks Laspeyres

IP= angka indeks Paasche

Contoh soal:

Bersumber pada penghitungan angka indeks Laspeyres serta Paasche, pada soal di atas bisa dihitung besarnya indeks Drobisch yakni sebagai berikut.

ID = $\dfrac{105+101,04}{2}$ = $\dfrac{206,04}{2}$ = 103,02%

Berarti ada peningkatan harga 3,02% pada tahun 2018.

5). Angka Indeks Rantai

Indeks harga rantai merupakan penghitungan angka indeks dengan memakai tahun sebelumnya yang dijadikan sebagai tahun dasar. Misalnya menghitung angka indeks tahun 2015 dengan tahun dasar 2014, angka indeks tahun 2016 dengan tahun dasar 2015, serta angka indeks tahun 2017 dengan tahun dasarnya 2016.

indeks harga berantai

Indeks rantai bisa dihitung bagaikan berikut.

– Indeks tahun 2014= 500/ 500× 100= 100, 00

– Indeks tahun 2015= 600/ 500× 100= 120, 00

– Indeks tahun 2016= 700/ 600× 100= 116, 67

– Indeks tahun 2017= 800/ 700× 100= 114, 29

– Indeks tahun 2018= 900/ 800× 100= 112, 50

baca juga :

Teori Perdagangan Internasional

MULYADI AZIS

Guru SMA negeri 6 selayar

2 thoughts on “Perhitungan Indeks Harga

  • February 10, 2021 at 4:54 pm
    Permalink

    Assalamualaikum pak

    Nama:jumrawati
    Kelas: IX IPS 3

    Reply
    • February 10, 2021 at 4:59 pm
      Permalink

      Nama:jumrawati
      Kelas : XI IPS 3

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *