MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan- Sejak lama pemerintah kita dihadapkan pada permasalahan yang sangat serius dalam bidang tenaga kerja dan ketenagakerjaan, yaitu masalah pengangguran. Bahkan, di kawasan Asia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penganggur yang sangat  besar. Apakah di lingkungan sekitar tempat tinggalmu saat ini ada yang menganggur? Untuk dapat menjawabnya maka terlebih dahulu kamu harus mengetahui pengertian dari  penganggur itu sendiri. Sesuai dengan tujuan pembelajaran materi tersebut maka setelah membaca artikel ini maka siswa diharapkan mampu mendeskripsikan pengangguran beserta dampaknya terhadap pembangunan nasional.

Pengertian Pengangguran

Tenaga kerja dalam masyarakat merupakan faktor yang potensial untuk pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Namun demikian jumlah tenaga kerja yang lebih banyak daripada kesempatan kerja maka akan menjadi faktor penghambat pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Atau dengan kata lain bahwa jika permintaan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan  dengan penawaran tenaga kerja di dunia pasar kerja maka akan menimbulkan pengangguran. Dengan demikian pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja atau yang belum mendapat pekerjaan karena adanya kelebihan permintaan pasar kerja.

Jenis Pengangguran

Pengangguran ada dua macam, yaitu pengangguran terbuka dan pengganguran terselubung. Apakah yang membedakan keduanya?

  • Penganggur terbuka (open unemployment) meliputi seluruh angkatan kerja yang mencari pekerjaan, baik yang mencari pekerjaan pertama kali maupun yang pernah bekerja sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mengkategorikan penganggur terbuka menjadi empat yaitu, Mencari pekerjaan, Mempersiapkan usaha, Merasa putus asa, Sudah punya tapi belum kerja.
  • Penganggur terselubung (underemployment) adalah pekerja yang bekerja dengan jam kerja rendah (di bawah sepertiga jam kerja normal atau kurang dari 35 jam dalam seminggu), namun masih mau menerima pekerjaan. BPS mengkategorikan penganggur terselubung menjadi dua macam, yaitu pekerja yang memiliki jam kerja tidak lebih dari 35 jam per minggu, baik bekerja atas kemauan sendiri dan bekerja dalam keadaan

Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Pengangguran yang ada di suatu negara dapat dikelompokkan menurut faktor penyebab terjadinya, yaitu :

Voluntair Unemployment

yaitu pengangguran yang terjadi secara sukarela karena mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik;

Technological Unemployment

yaitu pengangguran yang  terjadi  karena peningkatan pemakaian alat-alat teknologi seperti robot, computer bahkan alat-alat atau mesin produksi . sehingga tidak membutuhkan tenaga manusia secara kuantitas dalam proses produksi. Atau dengan kata lain bahwa kehadiran alat-alat teknologi tersebut dapat mengurangi penggunaan tenaga kerja dalam suatu proses produksi.

Deflationary Unemployment

merupakan pengangguran disebabkan oleh adanya kondisi terjadinya penururunan  kegiatan perekonomian suatu Negara. Dengan kondisi tersebut maka mengakibatkan permintaan masyarakat ikut menurun, hal ini mengakibatkan perusahaan mengurangi kapasitas produksinya, atau bahkan menghentikan produksinya, akibatnya terjadi pengurangan pekerja;

Structural Unemployment

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

yaitu pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan pada struktur ekonomi dari suatu negara, misalnyadari struktur ekonomi pertanian ke struktur ekonomi industri, hal ini menyebabkan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia, akibatnya terjadi pengangguran.

Cara Memanfaatkan Tenaga Yang Menganggur

Tenaga kerja yang mengganggur merupakan persediaan produksi yang dapat dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain untuk meningkatkan output. Faktorfaktor produksi lain tersebut di antaranya adalah faktor produksi alam, dan faktor produksi modal. Pada umumnya persediaan tenaga kerja ini banyak terdapat di daerah-daerah yang padat penduduknya. Masalah pemanfaatan tenaga menganggur ini menyangkut masalah segi penawaran dan segi permintaan. Dan untuk memperluas permintaan akan tenaga kerja diperlukan adanya pengorganisasian tenaga kerja seperti halnya dengan modal atau kapital. Misalnya pada daerah pedesaan terutama pada musim panen maka sangat memungkinkan dibutuhkannya tenaga kerja yang menganggur. Bagi sebuah perusahaan industri dalam waktu tertentu memerlukan tenaga kerja yang banyak dalam menyelesaikan produksinya.

Penyebab Pengangguran

Pada dasarnya siapapun orangnya akan selalu menghindari predikat menganggur, namun pada kenyataannya di negara berkembang khususnya negara Indonesia pengangguran selalu ada dan jumlahnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Ada beberapa penyebab sehingga pengangguran tersebut semakin bertambah yakni :

  1. Tingginya Tingkat Kemajuan Teknologi dan Informasi Adanya kemajuan teknologi di satu sisi memang kerja semakin efisien tetapi di sisi lain tenaga kerja akan banyak kehilangan pekerjaannya. Sebagai contoh untuk mengetik sebuah majalah dengan adanya pembatasan waktu dibutuhkan banyak orang, tetapi dengan munculnya komputer, maka pengetikan tersebut cukup dengan satu orang, yang berarti sebagian tenaga kerja tersebut terpaksa tidak bisa melanjutkan pekerjaannya karena sudah digantikan mesin.
  2. Menurunnya permintaan tenaga kerja Semenjak krisis moneter yang terjadi akhir tahun 1997 yang lalu, tingkat pengangguran di Indonesia semakin tinggi, salah satu penyebabnya adalah banyaknya perusahaan/pabrik tutup. Tutupnya perusahaan ini memang karena situasi dan kondisi terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya mengimpor dari luar. Pengangguran besarbesaran dapat terjadi jika tingkat pembelanjaan dalam suatu perekonomian turun drastis. Oleh sebab itu salah satu cara untuk mengatasinya agar jumlah pengangguran ini terkendali adalah membeli barang-barang buatan sendiri.
  3. Adanya kelemahan dalam pasar tenaga kerja Seperti yang kita ketahui bersama bahwa motif tenaga kerja di dalam bekerja adalah untuk mendapatkan upah atau gaji. Sampai sejauh mana pekerjaan itu dilakukan tergantung pada sampai seberapa besar tingkat upah yang diterima. Hal ini berarti harus ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pihak pekerja dalam menjalankan pekerjaannya. Namun pada kenyataannya posisi tawar pekerja sangat lemah sehingga muncul apa yang dinamakan ketidakadilan. Untuk mengantisipasi ketidakadilan tersebut dibentuklah serikat pekerja yang tujuannya melindungi hak-hak para pekerja. Di pihak lain pemerintah sebagai penentu kebijakan seringkali dianggap terlalu ikut campur tangan dalam pasar tenaga kerja. Dengan demikian serikat pekerja dan pemerintah karena perannya tersebut secara tidak langsung menimbulkan munculnya pengangguran.
  4. Kurangnya informasi tentang lowongan pekerjaan Pemerintah beserta pihak swasta sepakat untuk membuka luas informasi tentang lowongan pekerjaan yang tersedia. Jika kita pergi ke kantor-kantor atau ke tempat-tempat umum yang strategis, di sana terdapat papan pengumuman yang berisi di antaranya adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan. Begitu juga media-media baik itu media cetak maupun media radio dan televisi ataupun media yang lainnya, di sana juga seringkali memampangkan informasi lowongan pekerjaan.
  5. Ketidakmampuan pekerja untuk mencari pekerjaan.

Yang menjadi penyebab ketidakmampuan pekerja dalam mencari pekerjaan antara lain :

  1. Pekerja sibuk dengan kegiatannya sehingga untuk mencari pekerjaan di tempat yang baru merasa kesulitan. Karena di tempat kerja lama merasa tidak layak karena imbalan yang diterima, sedang di tempat yang baru belum didapat, maka mereka memutuskan untuk menganggur sementara.
  2. Keterampilan yang dimiliki pekerja sangat rendah sedang tempat pekerjaannya membutuhkan keahlian tingkat tinggi. Sehingga mereka merasa tidak sanggup untuk menjalankan pekerjaaannya.
  3. Persaingan dalam dunia kerja begitu kompetitif sementara itu mereka tidak mempunyai bekal baik keahlian maupun pendidikan sehingga kalah bersaing.

Dampak adanya Pengangguran

Bila masalah pengangguran ini tidak segera diatasi dan dicari solusi yang terbaik, maka cepat atau lambat akan membawa dampak negatif sebagai berikut :

Dampak Ekonomi

Pengangguran akan menurunkan hasil produksi dan menghilangkan peluang untuk menambah pendapatan.

Dampak Pengangguran Terhadap Lingkungan Sosial

Penurunan produktifitas

Peningkatan rasa frustasi, patah semangat, dan depresi, bahkan bisa menimbulkan sikap masa bodoh.

Para penganggur tidak mampu lagi mengelola dirinya sendiri dan tidak mampu menangkap peluang yang ada secepatnya.

Penurunan setandar hidup

Jika pekerja menganggur, maka pendapatannya anjlok dan standar kehidupan menurun. Sebagian pekerja mungkin dapat meminta bantuan kepada pihak lain untuk membuka usaha tapi kebanyakan dari mereka terpaksa harus melakukan penghematan besar-besaran.

Penurunan pendapatan Nasional

pengangguran yang besar berdampak pada penurunan pendapatan Nasional seperti penghasilan Negara melalui pajak penghasilan. Begitu pendapatan menurun semakin menurun maka APBN juga menurun yang kemudian kemampuan pemerintah melayani kebutuhan warganya tidak maksimal.

Pertumbuhan ekonomi terhambat

Pengangguran akan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi berkurang. Hal ini akan menyebabkan turunnya penanaman modal. Sebagai akibatnya aktifitas perekonomian dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat.

Biaya sosial meningkat

Pengangguran mengakibatkan masyarakat harus menanggung jumlah biaya sosial antara lain ada kaitan erat antara peningkatan pengangguran dan kejahatan

 

Upaya Mengatasi Pengangguran

Pengangguran Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

  1. meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal.
  2. Dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi ditempat baru.
  3. Pengelolaan permintaan masyarakat
  4. meningkatkan peranan media dalam memberikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja.
  5. Memaksimalkan sektor pariwisata yang ada di Negara kita. Pengeloalan objek wisata Indonesia yang baik akan memungkinkan terciptanya Pertumbuhan ekonomi.
  6. Kesempatan kerja berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara, semakin tinggi pendapatan nasional.
  7. Program pendidikan dan latihan kerja. Misalnya memberikan pelatihan kerja bagi tenaga karja yang tidak memiliki skill.
  8. Management of workers abroad. Pengiriman tenaga kerja keluar negeri merupakan salah satu pilihan dalam usaha memperluas kesempatan kerja sekaligus dapat menghasilkan devisa negara.
  9. Metode wiraswasta (entrepreneur). Memberikan dorongan semangat berwiraswasta terhadap pengangguran sehingga tidak tergantung pada perusahaan tertentu.

baca juga :

Soal Pilihan Ganda

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

MULYADI AZIS Guru SMA negeri 6 selayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *